Umat Islam di Indonesia memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Selasa (25/8/2026). Sejumlah kegiatan penghidupan Al-Quran turut memeriahkan momentum ini, mulai dari khataman bersama hingga peresmian gedung sekolah tahfizh baru di Pekanbaru.
Bagi pengelola pesantren, rumah tahfizh, dan halaqah, momen tahunan ini dinilai tepat untuk menghidupkan kembali semangat membaca serta menghafal Al-Quran, bukan sekadar seremoni rutin.
Pesan Tokoh Pesantren: Keteladanan Rasulullah Harus Terbawa dalam Keseharian
Musyrif tahfidz Yayasan Pendidikan Islam Vinca Rosea Tahfizh Internasional Lhokseumawe, Ustadz Khairunnasri, mengatakan Maulid menjadi pengingat penting bagi umat Islam. Ia menekankan keteladanan Rasulullah SAW tetap relevan diterapkan dalam kehidupan sosial hingga kini, salah satunya kepedulian terhadap sesama. Demikian dilaporkan RRI.co.id, Rabu (26/8).
Menurutnya, sifat saling berbagi dan saling membantu yang dicontohkan Rasulullah dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai itu sejalan dengan semangat majelis-majelis Al-Quran: belajar dan mengajarkan kitab suci sambil saling mendukung antarpenghafal.
Khataman dan Sekolah Tahfizh Baru Meriahkan Peringatan
Di Surabaya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak warga memaknai Maulid dengan memperbanyak doa demi meraih keberkahan di bulan kelahiran Rasulullah SAW. Peringatan di kediamannya diawali khataman Al-Qur'an pada sore hari, lalu dilanjutkan pembacaan ayat suci dan tausiyah pada malam harinya. Antara mencatat, ia berpesan semoga umat mendapat syafaat Rasulullah SAW.
Di Pekanbaru, peringatan Maulid berpadu dengan agenda pendidikan. Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus peresmian gedung Sekolah Tahfizh Al-Fatih digelar di Masjid Al-Fatih Islamic Center, Selasa (25/8). Wakil Wali Kota Pekanbaru H. Markarius Anwar menyampaikan apresiasi atas kontribusi masyarakat yang membangun sarana belajar bagi anak-anak.
Deretan kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme terhadap program tahfizh di berbagai daerah terus tumbuh. Pertanyaannya, bagaimana menjaga semangat itu tetap menyala setelah rangkaian peringatan usai?
Cara Praktis Menjadikan Momen Ini Titik Awal Hafalan
Bagi individu yang baru mulai, tidak perlu memaksakan target besar. Cukup satu ayat atau potongan ayat pendek setiap hari, lalu setorkan kepada teman halaqah atau guru pada jam yang sama agar terbentuk kebiasaan. Target kecil yang konsisten terbukti lebih bertahan daripada target besar yang cepat terbengkalai.
Kunci berikutnya adalah murajaah atau pengulangan. Hafalan baru mudah lepas bila tidak diulang, sehingga jadwal pengulangan harian dan mingguan perlu disepakati sejak awal. Pola lengkapnya sudah dibahas dalam panduan praktis menghafal Al-Quran dengan konsisten.
Bagi pengelola pesantren, sekolah, atau halaqah, momen seremonial seperti Maulid bisa dimanfaatkan untuk membuka pendaftaran kelas baru, mengumumkan target juz, serta memperkenalkan sistem pencatatan setoran yang rapi agar perkembangan tiap santri terpantau.
Di titik inilah Tahfizku hadir sebagai platform pencatatan setoran dan monitoring progres hafalan Al-Quran untuk pesantren, sekolah, dan halaqah. Kunjungi tahfizku.online untuk mulai mengelola program tahfizh secara teratur sepanjang tahun, bukan hanya saat peringatan.
