Tahfizku
← Semua Artikel
27 September 2026

Absensi Digital Karya Siswa Madrasah Dilirik Kemenag Pangkalpinang jadi Pilot Project

Absensi Digital Karya Siswa Madrasah Dilirik Kemenag Pangkalpinang jadi Pilot Project

Inovasi dari ruang kelas madrasah kembali membuktikan bahwa generasi muda Qurani tidak hanya pandai menghafal, tapi juga mampu berinovasi. Sistem absensi digital karya siswa MIS Tahfizh Khoiru Ummah Kota Pangkalpinang resmi dilirik Kementerian Agama (Kemenag) Pangkalpinang untuk dijadikan pilot project atau proyek percontohan absensi elektronik di seluruh madrasah se-kota.

Rencana itu disampaikan Kepala Kemenag Pangkalpinang, Firmantasi, saat menerima audiensi Tim Robotik MIS Tahfizh Khoiru Ummah, Senin (21/9/2026), didampingi Plt Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Eyde Tusewijaya.

Karya Siswa MI Jadi Contoh bagi Madrasah Lain

"InsyaAllah, karya absensi digital buatan siswa MIS Tahfizh Khoiru Ummah ini akan dijadikan sebagai pilot project untuk pengembangan sistem absensi elektronik di seluruh sekolah dan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama Kota Pangkalpinang," ujar Firmantasi seperti dikutip dari Bangkapos.com.

Menurutnya, ini lompatan besar karena karya yang dibuat siswa tingkat MI justru akan dipakai sebagai contoh penerapan di sekolah lain. Ia menilai hal itu bukti nyata bahwa siswa madrasah mampu berinovasi dan berteknologi.

Sambutan serupa datang dari pihak madrasah. Kepala MIS Tahfizh Khoiru Ummah, Rokayah, menyatakan pihaknya menyambut baik rencana Kemenag Pangkalpinang mengadopsi sistem tersebut agar bisa diterapkan di sekolah dan madrasah lain, sekaligus berharap dukungan semua pihak agar siswa terus didorong melahirkan karya yang bermanfaat.

Tim Robotik yang Sudah Pernah Menembus Final Nasional

Audiensi tersebut dilakukan menjelang keberangkatan tim robotik madrasah mengikuti FAIRCOS 2026 (Festival Automation Robotic Club of Sriwijaya) di Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, pada 24 September 2026. Empat siswa masih duduk di kelas 4 dan 5 MI: Muhammad Umar Alfatih, Muhammad Ghazavat Sulaiman Al Qonuni, Muhammad Syahid Arkan A, dan Keven Hafizh, yang berlaga di cabang Robot Sumo dan Bertarung dengan robot rakitan sendiri.

Prestasinya bukan baru kali ini. Dilansir Keadilan.id dan KataBabel.com, tim robotik madrasah tersebut dua kali mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dua kali berturut-turut menembus grand final kompetisi teknologi robotik tingkat nasional, termasuk di Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KoSSMI) 2023 dan 2024 di Universitas Indonesia, Depok, saat bersaing dengan tim unggulan DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, hingga Sumut.

Menariknya, siswa tim robotik ini juga tidak meninggalkan identitas utama madrasahnya. Rokayah menyebut mereka sudah menghafal Al-Quran dua juz hingga ada yang mencapai empat juz, dengan robotik menjadi salah satu ekstrakurikuler pilihan. Perpaduan tahfizh dan teknologi seperti ini menjadi model menarik bagi lembaga pendidikan Islam lain.

Sinyal Digitalisasi Pencatatan di Lembaga Tahfizh

Kasus di Pangkalpinang ini menunjukkan arah yang sama dengan tren nasional: kegiatan ibadah dan pembelajaran di madrasah, TPQ, dan lembaga tahfizh perlahan bergeser ke pencatatan digital. Absensi elektronik memang menyentuh presensi kehadiran, tetapi logika yang sama berlaku untuk hal yang lebih spesifik di lembaga tahfizh, yaitu menyimpan setoran hafalan dan memantau progres murajaah.

Banyak program tahfizh sekolah yang targetnya tidak tercapai bukan karena kurang jam ngaji, melainkan karena pencatatan setoran dan evaluasi progres yang tidak rapi. Padahal, sebagaimana dibahas di panduan manajemen tahfizh Tahfizku, data setoran yang tertata membuat guru bisa mendeteksi santri yang mulai tertinggal jauh lebih cepat, dan orang tua bisa melihat perkembangan anaknya secara transparan.

Bagi pesantren, sekolah, atau halaqah yang ingin mengikuti arah digitalisasi ini tanpa harus merakit alat sendiri, platform seperti Tahfizku menyediakan pencatatan setoran hafalan dan monitoring progres yang siap pakai, sehingga ustadz dan pengajar bisa fokus pada yang paling penting: mendampingi santri menghafal dan menjaga hafalannya.

Kelola Hafalan Lembaga Anda dengan Tahfizku

Pencatatan setoran, monitoring progres santri, dan laporan perkembangan — semua dalam satu platform.

Mulai Gratis Sekarang