Tahfizku
← Semua Artikel
08 September 2026

Guru Al-Quran Didorong Kuasai AI untuk Dakwah, Pelatihan di Gresik Jadi Contoh

Guru Al-Quran Didorong Kuasai AI untuk Dakwah, Pelatihan di Gresik Jadi Contoh

Gelombang teknologi kecerdasan buatan (AI) kini menjangkau ruang-ruang pengajian. Sabtu (5/9/2026), Yayasan Pusat Pengembangan TK/TP Al-Quran (PPTKA) Gresik menggelar pelatihan AI bagi puluhan guru Al-Quran untuk membekali pendidik agama dengan keterampilan teknologi modern, sebagaimana dilansir Tagar.co.

Langkah lembaga TK/TPA di Gresik itu mencerminkan tren lebih luas: aplikasi AI karya anak bangsa untuk belajar Al-Quran terus bermunculan, dari aplikasi mengaji hingga pendamping hafalan anak. Pertanyaannya bukan lagi apakah guru Al-Quran perlu peduli teknologi, melainkan bagaimana memanfaatkannya dengan aman.

Puluhan Guru Al-Quran Belajar Produksi Konten dengan AI

Pelatihan di Gedung Yayasan PPTKA Gresik itu dibuka dengan alunan ayat suci Al-Quran, lalu berlanjut ke sesi inti yang dipandu Danil Setiawan, S.T., praktisi digital marketing sekaligus pendiri Ininetwork Media Indonesia. Para peserta diajak mempraktikkan penyusunan prompt terstruktur untuk memproduksi video dakwah dan promosi pendidikan.

Ketua Umum Yayasan PPTKA Gresik, Sholikhul Amin, menegaskan integrasi teknologi dan media dakwah visual kini menjadi kebutuhan mendesak. Pembelajaran agama, ujinya, perlu hadir dalam wujud yang segar dan adaptif agar tetap memikat generasi muda.

Danil juga mengingatkan satu prinsip utama: human in control. "AI adalah alat bantu yang semakin canggih, tetapi manusia tetap harus menjadi pemegang kendali", ujinya seperti dikutip Tagar.co. Output AI, lanjutnya, wajib diverifikasi dan dikoreksi sebelum digunakan agar terhindar dari risiko kesalahan informasi.

Aplikasi AI Al-Quran Karya Anak Bangsa Sudah Hadir

Belajar dari praktik serupa di tingkat aplikasi: pada Juni 2026, Ali An Nuur, mahasiswa Universitas Mataram, memenangkan kompetisi Swift Student Challenge Apple lewat Nuramma, aplikasi AI yang menyimak hafalan Al-Qur'an anak secara real-time. Ide itu lahir dari pengalamannya kecil kesulitan mencari penyimak hafalan, sebagaimana dilansir detikInet. Nuramma bahkan mengusung gamifikasi ala Duolingo dan Quran Sign Language untuk anak tuli.

Sebelumnya, Vokal.ai meluncurkan Ngaji.AI, aplikasi belajar mengaji berbasis Automatic Speech Recognition yang memberi umpan balik pelafalan langsung, sebagaimana dilansir KOMPAS.com. Co-foundernya, Prof. Sutarto Hadi, menyebut 65 persen penduduk Indonesia yang beragama Islam belum bisa membaca Al-Qur'an, sehingga teknologi yang mudah diakses lewat gadget menjadi jalan praktis belajar mandiri kapan saja.

Pelajaran bagi Lembaga Tahfidz dan Guru Ngaji

Tiga hal bisa dicontoh lembaga pendidikan Al-Quran. Pertama, mulai dari kebutuhan nyata seperti promosi program atau media pembelajaran, bukan sekadar ikut tren. Kedua, jadikan AI alat bantu yang outputnya selalu diperiksa ulang, apalagi untuk materi keagamaan yang menyangkut ayat dan dalil. Ketiga, tingkatkan kompetensi pengajar secara berkelanjutan, seperti pola pelatihan guru yang tengah digencrangan Kemenag untuk ribuan guru PAI se-Indonesia.

Banyaknya program dan pelatihan menandakan satu hal: kualitas pengelolaan pendidikan Al-Quran kian menuntut keteraturan. Bagi pesantren, sekolah, dan halaqah yang ingin memperkuat fondasi pembinaannya, Tahfizku hadir membantu pencatatan setoran hafalan dan monitoring progres santri, sehingga energi pengajar bisa fokus pada yang paling penting: mendampingi anak-anak menghafal.

Kelola Hafalan Lembaga Anda dengan Tahfizku

Pencatatan setoran, monitoring progres santri, dan laporan perkembangan — semua dalam satu platform.

Mulai Gratis Sekarang