Tahfizku
← Semua Artikel
04 Oktober 2026

Halaqah Al-Quran FHQ An-Najm Sulsel Genap 1 Dekade, 800 Peserta Ramai-ramai Hadir

Halaqah Al-Quran FHQ An-Najm Sulsel Genap 1 Dekade, 800 Peserta Ramai-ramai Hadir

Perjalanan sepuluh tahun pembinaan halaqah Al-Quran di Sulawesi Selatan baru saja dirayakan dengan meriah. Forum Halaqah Quran (FHQ) An-Najm Sulawesi Selatan menggelar perayaan 1 dekade pada Sabtu-Minggu, 26-27 September 2026, bertempat di Masjid Agung Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan yang mengusung tema "Menjaga Cahaya Al-Quran, Menumbuhkan Generasi Peradaban" ini diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai wilayah di Sulsel. Mereka datang dari kalangan santri, muwajjih atau pembimbing halaqah, keluarga, hingga masyarakat umum, sebagaimana dilaporkan Disway.id, Sabtu (3/10/2026).

Ajang Belajar Sekaligus Sosial

Rangkaian acara tidak berhenti pada perayaan semata. Hari pertama diisi lomba mewarnai untuk anak-anak dan lomba tadarrus Al-Quran. Hari kedua digenapi jalan santai, lomba Rangking 1, dan ditutup Tabligh Akbar.

Bagian yang paling antusias dihadiri peserta justru aksi donor darah. Terkumpul 104 kantong darah selama kegiatan berlangsung, menjadi kontribusi sosial perayaan satu dekade FHQ An-Najm. Turut hadir Wakil Bupati Jeneponto Muhammad Islam Iskandar dan Ketua Pengurus Masjid Agung Jeneponto Dr. dr. H. M. Syafruddin Nurdin, M.Kes.

Dukungan Dompet Dhuafa Sulsel

Mudir FHQ An-Najm, Ustadz Al-Hafidz Abdurrahman R., menyebut momentum satu dekade ini sebagai ajang mensyukuri perjalanan lembaga dalam mendampingi para santri. Kemitraan dengan Dompet Dhuafa Sulsel juga jadi pilar penting di balik keberlangsungan halaqah ini.

Sebelumnya, pada Maret 2025, Dompet Dhuafa Sulsel bersama RJA Store menyalurkan 30 paket pakaian syar'i untuk muwajjih FHQ An-Najm Jeneponto, sebagai apresiasi kepada pembimbing yang mendidik generasi penerus, dilaporkan Indoposco. Peran muwajjih memang krusial: kualitas bimbingan halaqah sangat ditentukan konsistensi pendampingan setiap santri.

Pelajaran bagi Lembaga Tahfizh Lain

Kisah FHQ An-Najm menunjukkan halaqah Al-Quran yang bertahan satu dekade bukan hasil kebetulan, melainkan kerja rutin: pembimbing yang terjaga, kegiatan yang beragam agar santri tak bosan, dan dukungan pihak eksternal seperti filantropi Islam. Pola serupa dapat ditiru lembaga tahfizh, pesantren, dan sekolah di daerah lain yang sedang membangun halaqah dari nol.

Agar pembinaan makin terarah, pencatatan setoran hafalan dan monitoring progres tiap santri perlu berjalan rapi. Manajemen hafalan yang tertata terbukti jadi pembeda antara program tahfizh yang tuntas dan yang hanya jadi wacana. Platform seperti Tahfizku membantu pesantren, sekolah, dan halaqah mencatat setoran serta memantau progres hafalan setiap santri secara terpusat, sehingga momentum satu dekade semacam ini bisa terus dirawat, bukan sekadar dirayakan.

Kelola Hafalan Lembaga Anda dengan Tahfizku

Pencatatan setoran, monitoring progres santri, dan laporan perkembangan — semua dalam satu platform.

Mulai Gratis Sekarang