Tahfizku
← Semua Artikel
08 Oktober 2026

Karantina Tahfiz Pemprov Sulsel Angkatan I 2026 Resmi Dibuka, Ini Pesannya untuk Siswa

Karantina Tahfiz Pemprov Sulsel Angkatan I 2026 Resmi Dibuka, Ini Pesannya untuk Siswa

Karantina Tahfiz yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi dimulai. Karantina Tahfiz Al-Quran Angkatan I Tahun 2026 dinyatakan dibuka pada Rabu (7/10/2026) di Gedung Balai Kartini, Jalan Masjid Raya, Makassar, dihadiri jajaran MUI Sulsel.

Gubernur Sulsel pada kesempatan itu diwakili Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Dr. H. M. Ishaq Iskandar. Dalam sambutannya, ia menyebut karantina tahfiz sebagai langkah strategis menyiapkan generasi muda yang dekat dengan Al-Quran, sekaligus investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Peserta siswa SMA pilihan, karantina 20 hari

Peserta karantina adalah siswa SMA pilihan yang mendapat kesempatan mengikuti program di antara ratusan ribu siswa SMA di Sulawesi Selatan. Mereka menjalani masa karantina selama 20 hari, mengikuti pola program karantina tahfiz Pemprov Sulsel yang sebelumnya dikenal melibatkan sekitar 100 siswa SMA Negeri di dua titik lokasi di Kota Makassar.

Para peserta berpesan fokus menghafal, memanfaatkan metode yang diberikan instruktur, dan tidak menjadikan kegiatan itu beban. "Manfaatkan setiap detik, setiap menit, dan setiap jam untuk berinteraksi dengan Al-Quran," pesan sambutan Gubernur Sulsel, sebagaimana dikutip laman MUI Sulsel.

MUI Sulsel: hafalan bukan hanya di mulut

Sekretaris Bidang Pendidikan MUI Sulsel Dr. H. Ahmad Husain menyambut positif program ini. Ia menegaskan kegiatan tahfidz tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan menghafal ayat secara lisan.

"Jadi hafalan di sini bukan hanya di mulut, tetapi betul-betul nanti bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya di Balai Kartini, Makassar, Rabu (7/10/2026).

Ahmad Husain juga mengusulkan kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) antara MUI Sulsel dan Pemerintah Provinsi Sulsel, yang diarahkan pada pembinaan Al-Quran bagi calon hafiz dan hafizah di Sulawesi Selatan. Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Sulsel Prof. Dr. KH. Mustari Bosrah, yang menjadi pembina kegiatan, mendorong generasi muda semakin dekat dengan Al-Quran di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, program karantina tahfiz ini telah memasuki angkatan ke-10.

Menuju karakter Qurani, bukan sekadar hafal

Kepada para ustaz dan instruktur, Pemprov Sulsel menitipkan peserta agar dibimbing dengan kesabaran dan metode terbaik. "Bentuklah mereka bukan hanya menjadi penghafal Al-Quran, tetapi generasi yang mampu memahami, mentadaburi, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran," pesan sambutan itu.

Selama 20 hari karantina, konsistensi setoran hafalan dan pemantauan progres masing-masing peserta menjadi kunci keberhasilan program. Pola serupa juga dipakai banyak lembaga tahfidz, seperti yang diulas di panduan manajemen program tahfidz Tahfizku.

Karantina tahfiz semacam ini menegaskan satu hal: keberhasilan program menghafal Al-Quran sangat bergantung pada pencatatan setoran yang rutin dan monitoring progres yang terukur. Bagi pesantren, sekolah, atau halaqah yang ingin mengelola program tahfizhnya secara tertib, Tahfizku (tahfizku.online) menyediakan platform pencatatan setoran hafalan dan monitoring progres santri dalam satu dashboard, sehingga pengasuh bisa memantau capaian tiap peserta tanpa terlewat.

Kelola Hafalan Lembaga Anda dengan Tahfizku

Pencatatan setoran, monitoring progres santri, dan laporan perkembangan — semua dalam satu platform.

Mulai Gratis Sekarang