Puluhan ribu santri dan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo, Jawa Timur, mengikuti sujud syukur berjamaah seusai salat Maghrib, Jumat (18/9/2026). Momen itu menjadi puncak khataman Al-Quran massal sekaligus pembuka resepsi kesyukuran peringatan 100 tahun Gontor.
Sebagaimana dilansir ANTARA, Ketua Pelaksana Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor Riza Azhari mengatakan sekitar 20 ribu alumni hadir dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu jauh melampaui perkiraan panitia yang semula menyiapkan diri untuk sekitar 3.000 orang.
Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga sejumlah negara, sebagai bagian dari jaringan alumni dan pondok pesantren alumni Gontor. Khataman Al-Quran dan sujud syukur ini menjadi rangkaian pembuka puncak peringatan satu abad PMDG yang digelar 18-20 September 2026.
Khataman Al-Quran Dimulai Sejak Malam Kamis
Pembacaan Al-Quran untuk khotmul sudah dimulai sejak Kamis (17/9) malam dan ditargetkan selesai selepas Ashar pada Jumat. Kegiatan itu melibatkan seluruh kampus PMDG, pondok pesantren alumni, UNIDA Gontor putra dan putri, hingga alumni yang belum bisa hadir langsung di pondok.
"Rangkaian puncak 100 tahun dimulai hari Jumat. Kita awali dengan khotmul Qur'an yang diikuti oleh seluruh pondok, pondok alumni, UNIDA putra dan putri, serta seluruh alumni," ujar Riza sebagaimana dikutip Kompas.com.
Setelah khotmul Qur'an, agenda dilanjutkan dengan wejangan dari pimpinan pondok. Ketua Panitia Reuni Akbar 100 Tahun PMDG Ahmad Suharto mengatakan puncak sujud syukur dilaksanakan seusai Maghrib, Jumat (18/9/2026).
Riza menjelaskan pelaksanaan pada hari Jumat dipilih karena dianggap penuh keberkahan. "Karena Jumat hari yang baik, kita mencari keberkahan hari tersebut sehingga kegiatan sujud syukur bisa dilaksanakan hari Jumat," katanya seperti dilansir ANTARA.
Alumni Lintas Generasi dari Berbagai Negara
Alumni yang hadir melintasi generasi, dari mereka yang berusia 80-an tahun hingga alumni muda berumur belasan tahun dari berbagai angkatan. Sebagian menempuh perjalanan jauh dengan beragam moda transportasi demi hadir langsung di pondok tercinta.
"Mereka antusias karena kangen kepada pondok tercintanya; mereka pulang kampung kepada 'ibunya'. Ini artinya mereka sangat sayang kepada pondoknya," ujar Riza sebagaimana dilansir TIMES Indonesia.
Tingginya antusiasme itu membuat panitia menyiapkan sejumlah titik lokasi berkumpul dan area pendukung selama rangkaian berlangsung. Panitia memperkirakan reuni akbar akan kembali memakan peserta dalam jumlah besar hingga hari terakhir.
Puncak Peringatan Berlanjut Hingga Minggu
Rangkaian puncak peringatan 100 tahun Gontor berlanjut hingga Minggu (20/9/2026). Pada Sabtu (19/9/2026), Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam acara tersebut. Sabtu malam, panitia menyiapkan dua kegiatan alumni yang dibagi berdasarkan angkatan.
Seluruh rangkaian ditutup dengan senam bersama dan reuni akbar pada Minggu (20/9/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Sebelumnya, rangkaian juga menyertakan resepsi kesyukuran, malam ukhuwah, dan senam bersama sesuai jadwal panitia.
Khataman massal ini menjadi bukti bahwa hafalan Al-Quran yang kuat lahir dari budaya setoran rutin dan murajaah konsisten selama bertahun-tahun, bukan sekadar target sesaat. Kisah menjaga hafalan 30 juz ala hafiz muda bisa jadi inspirasi bagi lembaga yang ingin membangun budaya serupa.
Bagi pesantren, sekolah, dan halaqah yang ingin meneladani pembinaan hafalan tersebut, pencatatan setoran yang rapi menjadi kunci memantau perkembangan tiap santri. Di sinilah Tahfizku hadir sebagai platform pencatatan setoran dan monitoring progres hafalan yang membantu lembaga mengelola perjalanan tahfizh santrinya secara terstruktur.
