Tahfizku
← Semua Artikel
16 September 2026

Lansia Belajar Al-Quran Kian Marak, dari Tolitoli hingga Yogyakarta

Lansia Belajar Al-Quran Kian Marak, dari Tolitoli hingga Yogyakarta

Belajar Al-Quran di usia senja kian menjadi pemandangan menggembirakan di berbagai daerah. Terbaru, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tolitoli, H. Jumade, menyaksikan langsung semangat itu pada wisuda Bimbingan Baca Tulis Al-Quran (BBTQ) lansia Majelis Ta'lim Baitul Wali Al Wali'ah di Balai Desa Muara Besar, Kecamatan Ogodeide, Sulawesi Tengah, Selasa (15/9/2026).

"Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian di panggung wisuda hari ini adalah bukti nyata bahwa usia hanyalah sebuah angka, dan belajar tidak pernah mengenal batas waktu. Sebagaimana Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk menuntut ilmu dari buaian hingga ke liang lahat," ujar Kakankemenag Tolitoli sebagaimana dimuat laman Kemenag Sulawesi Tengah.

Usia Bukan Penghalang Menuntut Ilmu

Kegiatan yang mengusung tema "Membumikan Al-Qur'an, Melangitkan Doa" itu diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Muara Besar. Tujuannya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Quran sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci di kalangan lansia dan masyarakat setempat.

Jumade menilai belajar membaca Al-Quran di usia senja bukanlah sebuah keterlambatan, melainkan tanda kerinduan hati seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ia menyebut program tersebut langkah konkret penguatan literasi keagamaan yang inklusif tanpa memandang batasan usia.

Kepada para wisudawan, Kakankemenag berpesan agar tidak berhenti membaca Al-Quran dan menjadikannya teman setia dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengapresiasi para ustaz dan ustazah yang mendampingi santri lansia dengan kesabaran dalam mengeja ayat demi ayat.

Ibu-ibu Lansia Mengaji di Yogyakarta

Semangat serupa tampak di Yogyakarta. Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen mendampingi ibu-ibu lansia belajar membaca Al-Quran di Masjid Danoejo Assudairi, mulai dari mengenal huruf demi huruf hingga memperbaiki makharijul huruf, sebagaimana diwartakan laman Kemenag Kota Yogyakarta.

"Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur'an. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus mencoba dan istiqamah. Setiap huruf yang dibaca memiliki nilai pahala di sisi Allah SWT," pesan penyuluh kepada para jamaah.

Bagi para peserta, kegiatan mengaji bukan sekadar menambah kemampuan baca. Mereka merasakan ketenangan hati dan kemesraan bersama sesama jamaah di usia lanjut, dengan pembinaan yang humanis sesuai kondisi masing-masing.

Tren Positif di Berbagai Daerah

Fenomena ini sejatinya sudah terekam beberapa bulan terakhir. Sebagaimana dilansir JPNN, 153 lansia dari enam kecamatan di Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, mengikuti wisuda pendidikan Al-Quran pada 13-14 Juni 2026 setelah dinyatakan lulus melalui yudisium. Acara itu mencakup Wisuda TKA/TPA LPPTKA Angkatan XXIII, Tahfidz Juz 30 Angkatan X, dan Wisuda Majelis Taklim Lansia Angkatan I.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengapresiasi semangat para lansia tersebut. "Saya melihat sendiri yang dari Sungaiselan dan Koba, usia 80 sekian tahun masih mau belajar. Itulah yang mesti kita contoh dan teladani," kata Algafry.

Salah satu wisudawati, Heryati (64), mengaku bersyukur masih diberi ingatan yang kuat dan semangat untuk terus menghafal Al-Quran sambil aktif sebagai guru mengaji di Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis. "Walaupun mungkin kata orang tidak mungkin, tapi Insya Allah kalau kita mau berusaha dan berjuang, pasti ada hasilnya," ucapnya.

Berbagai kisah ini menegaskan bahwa menuntut ilmu Al-Quran tidak mengenal usia. Keluarga bisa mulai dengan mendaftarkan orang tua atau kakek-nenek ke kelas mengaji terdekat, sementara lembaga bisa menyediakan kelas khusus lansia dengan pendampingan yang sabar dan ritme belajar santai. Kuncinya tetap konsistensi, seperti dijelaskan dalam panduan setoran hafalan rutin yang juga relevan bagi jamaah dewasa dan lansia.

Bagi pesantren, sekolah, dan halaqah yang mendampingi penghafal dari berbagai usia, pencatatan setoran dan monitoring progres hafalan menjadi kunci agar tidak ada santri yang tertinggal. Tahfizku hadir memudahkan pencatatan setoran hafalan serta pemantauan perkembangan setiap santri, dari anak-anak hingga jamaah lansia, dalam satu dasbor yang ringkas.

Kelola Hafalan Lembaga Anda dengan Tahfizku

Pencatatan setoran, monitoring progres santri, dan laporan perkembangan — semua dalam satu platform.

Mulai Gratis Sekarang