Pembinaan tahfidz di madrasah mendapat angin baru. Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat resmi menggandeng MAN 2 Pontianak untuk memperkuat Kelas Karakter Tahfidz. Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dilakukan Kamis (10/9/2026) di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar.
PKS Pengelolaan Kelas Karakter Tahfidz itu ditandatangani Ketua Umum LPTQ Kalbar Brigjen Pol. (Purn.) Drs. H. Andi Musa, S.H., M.H., dan Kepala MAN 2 Pontianak Hj. Yuliana, S.Pd., S.H., M.Pd. Gubernur Kalbar Dr. H. Ria Norsan, M.M., M.H., turut menyaksikan langsung. Acara dirangkaikan dengan pelepasan Kafilah Kalbar menuju MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.
Pembagian Peran LPTQ dan Madrasah
Lewat kesepakatan itu, LPTQ Kalbar memberikan dukungan pembinaan mulai dari penugasan guru tahfizh, pendampingan, pengembangan metode pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, hingga evaluasi dan pengujian hafalan siswa.
Sementara MAN 2 Pontianak bertanggung jawab mengelola peserta didik, jadwal kegiatan, administrasi, sarana prasarana, dan koordinasi internal. Madrasah juga wajib menyediakan guru pendamping serta mengintegrasikan program tahfidz dengan pembinaan karakter siswa.
Andi Musa menegaskan kolaborasi ini menjadi upaya memperluas dan memperkuat pembinaan generasi Qur'ani sejak lingkungan pendidikan. "Karena selain mengejar prestasi, kita juga melaksanakan pembinaan generasi Qur'ani," ujarnya seperti dilansir RRI.co.id, Kamis (10/9/2026).
Tahsin sampai Setoran Hafalan dalam Satu Program
Program Kelas Karakter Tahfidz ini mencakup tahsin, tahfidz, murajaah, tasmi' atau setoran hafalan, pembinaan adab dan karakter Qur'ani, serta evaluasi berkala. Targetnya bukan sekadar jumlah juz, tetapi juga pembentukan sikap dan perilaku siswa. Model setoran berkala semacam ini memang menjadi kunci program tahfidz di sejumlah sekolah dan madrasah, sebagaimana diulas Tahfizku sebelumnya.
Kepala MAN 2 Pontianak Hj. Yuliana menyampaikan apresiasi atas sinergi tersebut. "Kerja sama ini menjadi bagian penting dari ikhtiar bersama untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam sikap dan perilaku sehari-hari," katanya.
Jalur Prestasi dari Kelas Tahfidz ke Panggung MTQ
Kerja sama ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan dievaluasi sekurang-kurangnya satu kali setiap tahun. Siswa yang menunjukkan potensi bisa mendapatkan pembinaan lanjutan hingga ke kompetisi Al-Qur'an tingkat madrasah, daerah, provinsi, dan nasional, termasuk MTQ dan MHQ.
Momentum ini sejalan dengan pelepasan Kafilah Kalbar ke MTQ Nasional XXXI di Semarang. Gubernur Ria Norsan berpesan agar kafilah berangkat membawa harapan dan pulang membawa prestasi. Pembinaan Al-Qur'an, sejalan dengan pesan itu, perlu dibangun secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang perlombaan.
Model seperti ini bisa dicontoh lembaga lain: kelas tahfidz di sekolah, madrasah, atau pesantren akan lebih kuat bila ada pendamping yang cakap, evaluasi berkala, dan pencatatan setoran yang rapi. Untuk mempermudah pencatatan setoran serta memantau perkembangan hafalan santri, platform Tahfizku menyediakan pencatatan setoran hafalan dan monitoring progres hafalan untuk pesantren, sekolah, dan halaqah.
