Tahfizku
← Semua Artikel
31 Agustus 2026

MTQ Korpri 2026 Ditutup Menag, ASN Diminta Jadi Living Quran

MTQ Korpri 2026 Ditutup Menag, ASN Diminta Jadi Living Quran

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 resmi berakhir, Sabtu (29/8/2026) malam. Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menutup gelaran di Alun-alun Citra Mas, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, meninggalkan pesan penting: para ASN diminta menjadi living Quran, Al-Quran yang hidup di tengah masyarakat.

Gelar yang berlangsung 24-29 Agustus 2026 itu diikuti 1.157 peserta dari 38 provinsi serta berbagai kementerian dan lembaga di Indonesia. Menurut Menag, berakhirnya kompetisi bukan berarti tugas peserta selesai. Nilai-nilai Al-Quran yang diperoleh selama lomba harus dibawa pulang dan diamalkan.

Hafalan Al-Quran Jangan Berhenti di Panggung

Nasaruddin menggambarkan tiga tingkatan kedekatan seseorang dengan Al-Quran. "Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Quran, ada yang melekat dengan Al-Quran, dan ada yang menjadi living Quran (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan," kata Menag seperti dilansir detikcom, Minggu (30/8/2026).

Konsep living Quran menekankan bahwa kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, hafalan tidak berhenti ketika panggung ditutup. Ujian yang sesungguhnya justru dimulai saat peserta kembali ke rutinitas dan instansi masing-masing.

Menag juga menegaskan keberhasilan MTQ tidak diukur dari siapa yang membawa pulang piala. Ia menyebut semua peserta sama-sama memenangkan pahala dari aktivitas membaca dan menghafal Al-Quran, dan berharap momen itu menjadi pintu kedekatan yang lebih kuat dengan Al-Quran.

Kriteria Living Quran Menurut Menag

Saat menutup acara, Menag merangkai pesan yang menyerukan perubahan sikap. "Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh," katanya.

Ia menambahkan ASN wajib menghadirkan pelayanan yang memudahkan masyarakat. "Jadilah mempermudah memberikan pelayanan terhadap masyarakat, jangan mempersulit, mempercepat, dan jangan memperlambat," ujarnya.

Menag berharap para peserta menjadi teladan di daerahnya. "Orang pintar tidak pernah terbuang. Orang sombong tidak pernah tenang. Saya berharap ASN kita pada malam ini insyaallah akan menjadi obor-obor di daerahnya masing-masing," tuturnya.

Sumbar Hattrick Juara Umum, Sulsel Juara Dua

Berdasarkan keputusan dewan hakim yang dibacakan pada malam penutupan, Kafilah Sumatera Barat kembali menjadi juara umum sekaligus mencatat hattrick gelar juara umum secara berturut-turut. Tuan rumah Sulawesi Selatan menyusul di posisi kedua, berkat capaian terbaik di sejumlah cabang lomba, termasuk Hifzh Al-Quran, khath, adzan, hingga cipta puisi islami.

Seremoni penutupan ditandai ditutupnya lembaran replika mushaf Al-Quran raksasa. Estafet MTQ Korpri selanjutnya menuju Maluku Utara yang akan menjadi tuan rumah pada 2028.

Pesan Menag ini penting bagi komunitas tahfizh: khatam, wisuda, atau gelar juara bukan garis akhir sebuah hafalan. Kuncinya ada pada murojaah rutin dan pendampingan berkelanjutan, seperti yang dipraktikkan siswa SD di Boyolali melalui murojaah kubro Juz 30 setiap Jumat pagi.

Untuk pesantren, sekolah, dan halaqah yang ingin menjaga kemurnian program hafalan, Tahfizku memudahkan pencatatan setoran dan monitoring progres hafalan santri. Dengan catatan yang tertib, target hafalan lebih mudah dipertahankan, sesuai semangat living Quran yang digagas Menag.

Kelola Hafalan Lembaga Anda dengan Tahfizku

Pencatatan setoran, monitoring progres santri, dan laporan perkembangan — semua dalam satu platform.

Mulai Gratis Sekarang