Wisuda tahfidz selama ini identik dengan pesantren dan madrasah. SMAN 15 Surabaya membuktikan sekolah umum pun mampu mencetak penghafal Al-Quran. Saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, sekolah tersebut menggelar wisuda tahfidz perdana, Kamis (27/8).
Sebagaimana dilansir Harian Bhirawa, sebanyak 15 siswa kelas XI dan XII mengikuti prosesi perdana tersebut. Hafalan yang diujikan beragam, mulai dari Juz 30, Juz 29 dan 30, hingga tiga juz sekaligus yakni Juz 1, 29, dan 30.
Dua Siswa Kelas X Sudah Hafal 30 Juz
Kepala SMAN 15 Surabaya Abdul Razzaq Thahir menuturkan, angkatan baru kelas X juga baru saja menjalani pretest hafalan yang diikuti 132 siswa. Hasilnya menggembirakan: beberapa siswa ternyata sudah membawa bekal hafalan lebih dari lima juz, bahkan terdapat dua siswa yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran.
"Untuk angkatan baru kelas X, ada 132 siswa yang baru saja mengikuti pretest. Insyaallah setiap tahun kita akan adakan wisuda tahfidz," ujar Reza, sapaan Abdul Razzaq Thahir, seperti dikutip Harian Bhirawa.
Kerja Sama Sekolah Umum dengan Pesantren Al-Quran
Program tahfidz di SMAN 15 Surabaya dilaksanakan lewat kerja sama dengan Pesantren Al-Quran Nurul Falah Surabaya. Siswa yang mengikuti program tersebut juga mendapatkan sertifikat hafalan dari pesantren itu.
Wisuda disatukan dengan peringatan Maulid Nabi yang menampilkan dai dari kalangan siswa serta MC empat bahasa: Indonesia, Inggris, Jerman, dan Jawa. "Maulid Nabi tahun ini spesial karena bersamaan dengan wisuda tahfidz perdana," ujarnya. Melalui hafalan Al-Quran, siswa diharapkan mampu mencintai, menjaga, dan mengamalkan risalah yang dibawa Rasulullah SAW.
Pola Serupa di Madrasah: Dauroh Menuju Wisuda
Gelaran serupa juga sedang disiapkan madrasah lain. Dilansir PWM Jateng, MI Muhammadiyah Danurejo menggelar Dauroh Tahfidz Al-Quran pada Jumat-Ahad (28-30/8) yang diikuti siswa kelas 2-6 dengan tema "Grow in Faith, Strong in Memorization" sebagai persiapan menuju wisuda tahfidz.
Sebelum dauroh, para siswa menuntaskan pemadatan materi selama tiga pekan lalu menjalani karantina agar kesiapan bacaan dan mentalnya teruji. Guru menerapkan metode ziyadah untuk menambah hafalan baru, lalu menguncinya lewat murajaah dan setoran rutin bertahap. "Dauroh ini bukan sekadar memadatkan hafalan, melainkan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dalam iman dan disiplin," ujar kepala madrasah sebagaimana dilansir PWM Jateng.
Dari SMA negeri hingga madrasah, polanya nyaris sama: dimulai dari pemetaan kemampuan lewat pretest, diperkuat setoran hafalan rutin, hingga diuji sebelum wisuda. Kuncinya ada pada pencatatan progres yang konsisten. Bagi pesantren, sekolah, atau halaqah yang ingin mengelola program tahfidz secara rapi, Tahfizku hadir sebagai platform pencatatan setoran dan monitoring progres hafalan Al-Quran agar perjalanan setiap santri terpantau sampai wisuda.
