Beasiswa hafizh Al-Quran sedang jadi sorotan pekan ini di Indonesia. Sebanyak 486 santriwan dan santriwati dari berbagai dayah mengikuti seleksi Beasiswa Thalabah Hafizh Al-Qur'an 2026 di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang berlangsung Selasa (1/9) hingga Jumat (4/9/2026) di sejumlah ruangan Kantor Dinas Pendidikan Dayah (DPD) Bireuen.
Antusiasme itu bukan gejala lokal semata. Di tingkat nasional, Baznas RI resmi membuka pendaftaran Beasiswa Santri 2026 bagi 2.500 santri dhuafa berprestasi se-Indonesia, dengan pendaftaran berjalan 1-14 September 2026. Bagi lembaga tahfizh dan keluarga santri, September ini penuh peluang.
Seleksi Bertahap dari Juz 'Amma hingga 30 Juz
Seleksi di Bireuen dibuka Bupati Bireuen Ir H. Mukhlis, S.T., yang diwakili Asisten III Setdakab Bireuen Zamzami, S.Pd., M.M. Peserta diuji sesuai kategori jumlah hafalan: kategori Juz 'Amma diikuti 211 santri, kategori 1 Juz (Alif Lam Mim) 30 santri, 3 Juz 108 santri, 5 Juz 56 santri, 10 Juz 61 santri, 20 Juz 11 santri, dan 30 Juz sembilan santri. Sebagaimana dilansir Serambinews.com, peserta berasal dari berbagai dayah yang terdata sebagai penduduk Bireuen, baik yang menuntut ilmu di dalam maupun di luar kabupaten.
Kepala DPD Bireuen Anwar, S.Ag., mengatakan seleksi ini bertujuan memberikan apresiasi, motivasi, serta bantuan biaya pendidikan bagi para santri hafizh asal Bireuen. "Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Kabupaten Bireuen yang dikenal sebagai Kota Santri," ujarnya. Untuk menjaga objektivitas hasil, panitia menggandeng dewan hakim yang terdiri dari ulama dan akademisi yang kompeten di bidang tahfizh Al-Qur'an.
Beasiswa Santri Baznas: Dana Rp4 Juta, Daftar sampai 14 September
Program nasional ini ditujukan bagi santri dhuafa berprestasi kelas 12 Madrasah Aliyah/sederajat yang sedang bersiap menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Setiap penerima memperoleh bantuan dana Rp4 juta yang bersumber dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), ditambah pembinaan. Setiap pondok pesantren dapat mengajukan maksimal 30 santri untuk mengikuti program ini.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyebut program ini telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang. "Hingga kini program Beasiswa Santri Baznas ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi," kata Sodik sebagaimana dilansir ANTARA. Pada 2025, program ini meloloskan lebih dari 7.300 santri ke PTN, PTKIN, PTS unggulan, dan perguruan tinggi kedinasan; 4.779 dari 10.000 penerima manfaat tercatat sebagai generasi pertama di keluarganya yang mengejar gelar sarjana.
Pelajaran bagi Lembaga Tahfizh
Dua peristiwa ini menegaskan satu hal: peluang beasiswa bagi penghafal Al-Quran makin banyak, tetapi seleksinya menuntut bukti kemampuan yang jelas. Kategori hafalan harus terdata akurat, dan kesiapan santri terukur dari konsistensi setoran serta murojaah, bukan sekadar klaim jumlah juz. Pola itu diulas lebih dalam pada artikel setoran hafalan rutin sebagai kunci program tahfidz di sekolah dan madrasah.
Bagi pesantren, sekolah, dan halaqah yang menyiapkan santrinya mengikuti seleksi semacam ini, pencatatan yang tertib adalah fondasi. Tahfizku membantu lembaga mencatat setoran hafalan dan memantau progres setiap santri secara digital, sehingga data kategori juz hingga riwayat murojaah selalu siap dipakai kapan pun dibutuhkan.
