Tahfizku
← Semua Artikel
28 September 2026

Lomba Hafiz Pariaman 2026 Diikuti 450 Peserta, Pemkot Siapkan Gelar Tingkat Provinsi

Lomba Hafiz Pariaman 2026 Diikuti 450 Peserta, Pemkot Siapkan Gelar Tingkat Provinsi

Sebanyak 450 penghafal Al-Quran ikut berlaga di Lomba Hafiz Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dan Hafiz Cilik se-Kota Pariaman Tahun 2026. Lomba yang digelar Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, itu berlangsung tiga hari, 25-27 September 2026, dan dibuka langsung Wali Kota Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi di GOR Rajo Bujang, Jumat (25/9).

Yota Balad menegaskan lomba ini bukan sekadar ajang mencari juara. Ia menyebut kegiatan itu jadi instrumen untuk mengukur keberhasilan program unggulan "Satu Rumah Satu Hafiz" di bawah payung visi Pariaman Risalah. "Lomba ini tidak hanya sekadar ajang bertanding, tetapi bagian dari cara kita mencetak generasi yang Qur'ani dan berakhlak mulia," kata Yota, seperti dikutip ANTARA.

3.000 Hafiz Cilik tersebar di Kota Pariaman

Hasil pemantauan tim mencatat Kota Pariaman kini memiliki sekitar 3.000 hafiz dan hafizah cilik. Pemantauan dilakukan 11 tim yang dibentuk sejak Juli 2026, dengan verifikasi dan pemetaan langsung ke sekolah-sekolah. Data itu kemudian ditindaklanjuti dengan program pendampingan intensif yang disesuaikan kapasitas dan tingkat hafalan masing-masing anak.

"Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan tim sudah ada tiga ribuan anak hafiz yang tersebar di Kota Pariaman. Kita ingin memastikan setiap rumah kelak memiliki minimal satu hafiz Al-Quran," ujar Yota, dilansir Padangkita.com.

Kepada para orang tua, Yota mengimbau anak-anak sejak PAUD, TK, dan SD diberikan pembelajaran Al-Quran. Ia juga mengapresiasi guru mengaji dan tenaga pendidik MDTA, sambil menuturkan bahwa Pemkot Pariaman telah merumuskan peningkatan kesejahteraan dan insentif bagi para pengajar agama.

Rincian 450 peserta dan babak final

Ketua Pelaksana Lomba Hafiz MDTA dan Hafiz Cilik se-Kota Pariaman 2026 Elfis Chandra merinci komposisi peserta: 190 peserta Hafiz Cilik, 95 peserta tilawah, dan 165 peserta nontilawah. Babak penyisihan dipusatkan di GOR Rajo Bujang, sementara babak grand final direncanakan digelar di halaman Balai Kota Pariaman.

Model lomba sepihak komunitas seperti ini sejalan dengan tren lomba tahfidz di daerah lain. Beberapa waktu lalu, Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Kota Yogyakarta 2026 juga menarik 219 kafilah dari 14 kecamatan dengan cabang tahfidz 1-30 juz.

Gelar tingkat provinsi jadi agenda tahunan

Antusiasme tinggi peserta mendorong Pemkot Pariaman menaikkan target. "Setelah sukses tingkat kota ini, nanti akan dilaksanakan Lomba Hafiz Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Pariaman, serta melanjutkannya menjadi agenda tahunan rutin," kata Yota.

Yota menambahkan keberlanjutan program butuh dukungan berbagai pihak, mulai dari ulama, guru, orang tua, MDTA, hingga lembaga pendidikan Al-Quran. Bagi pengelola lembaga tahfidz dan MDTA yang ingin mengadopsi pola serupa, kunci program hafalan yang berjalan konsisten umumnya ada pada pencatatan setoran yang rapi dan monitoring progres setiap santri—seperti yang difasilitasi Tahfizku untuk pesantren, sekolah, dan halaqah. Dengan data setoran yang terkontrol, lembaga bisa menilai siapa yang siap dilombakan dan siapa yang perlu pendampingan tambahan.

Kelola Hafalan Lembaga Anda dengan Tahfizku

Pencatatan setoran, monitoring progres santri, dan laporan perkembangan — semua dalam satu platform.

Mulai Gratis Sekarang